MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

“MARKETING MIX”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

NIKEN KRISTYANINGRUM

201640088

 

 

DIPLOMA IV

PROGRAM STUDI USAHA PERJALANAN WISATA

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA SAHID SURAKARTA

2019/2020


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat yang telah dilimpahkan, sehingga terselesaikan makalah manajemen pemasaran. Semoga dengan terselesainya makalah manajemen pemasaran yang berjudul “Marketing mix” ini, penulis dapat membagikan ilmu kepada setiap pembaca.

Di dalam makalah manajemen pemasaran ini, perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini.

Penulis juga menyadari bahwa masih memiliki banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyusunan kata, sehingga penulis membuka, menerima kritik dan saran bagi seluruh pembaca

Semoga makalah manajemen pemasaran ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat dijadikan studi kepustakaan bagi mahasiswa lain untuk menyusun makalah.

 

Boyolali, 21 April 2020

Niken Kristyaningrum

NIM. 201640088


DAFTAR ISI

COVER UTAMA

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI. ii

BAB I. 1

PENDAHULUAN.. 1

A.     LATAR BELAKANG.. 1

B.     RUMUSAN MASALAH.. 2

C.     TUJUAN PEMBAHASAN.. 2

BAB II. 3

PEMBAHASAN.. 3

A.     DESKRIPSI TEORI. 3

1.      Marketing Mix (Bauran Pemasaran). 3

2.      Unsur-unsur Marketing Mix. 4

a.      Product (Produk). 4

b.      Price (Harga). 5

c.      Place (Tempat). 7

d.      Promotion (Promosi). 8

e.      People (Orang). 9

f.      Physical Evidence (Sarana fisik). 10

g.      Process (Proses). 11

BAB III. 12

PENUTUP.. 12

A.     KESIMPULAN.. 12

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Di era perkembangan zaman seperti ini telah terjadi perkembangan bisnis yang sangat pesat, khususnya di bidang yang menghasilkan produk kebutuhan sehari-hari dan jasa. Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan.

Hal lain juga perusahaan juga ingin memberikan pelayanan dan kepuasan kepada konsumen atas produk dan jasa yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.

Banyak strategi yang bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan dan menarik konsumen untuk membeli produk dan jasa yang ditawarkan oleh produsen. Salah satu strategi yang banyak digunakan oleh perusahaan adalah marketing mix strategy (strategi bauran pemasaran). Menurut Philip Kotler (1997:97) “marketing mix kurang lebih memiliki arti adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk meyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju”. Dari penjelasan Philip Kotler tentang marketing mix maka dapat ditarik kesimpulan bahwa di dalam marketing mix terdapat alat-alat pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meyakinkan konsumen agar membeli produk yang ditawarkan. Selain itu aplikasi dari alat-alat pemasaran yang terdapat dalam marketing mix sendiri tidaklah terlalu sulit.

Untuk mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik perlu diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Setiap produsen selalu mempunyai tujuan bahwa produk yang dihasilkannya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga terjadi pembelian.  Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.

Dengan marketing mix maka dapat dianalisa produk seperti apa yang sekarang diinginkan oleh konsumen, sehingga dalam pembuatan produk nanti dapat menimbulkan keputusan pembelian oleh konsumen untuk membeli produk tersebut. Marketing atau pemasaran memegang peranan yang sangat penting bagi perusahaan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, Karena marketing merupakan penghubung antara produsen atau perusahaan dengan konsumen atau masyarakat sebagai pemakai produk. Sedangkan dalam definisi marketing atau pemasaran, Marketing terdiri dari variabel-variabel yang saling mendukung. Dengan mengkombinasikan variabel-variabel marketing dengan baik, Maka tujuan akan dapat dicapai dengan optimal.

  1. B.      RUMUSAN MASALAH

Dari penjabaran latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah:

  1. Apa Pengertian Bauran Pemasaran (Marketing Mix)?
  2. Apa Unsur-Unsur Bauran Pemasaran (Marketing Mix)?

 

  1. C.    TUJUAN PEMBAHASAN

Tujuan Pembahasan ini adalah:

  1. Untuk mengetahui pengertian dari Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
  2. Untuk mengetahui unsur-unsur Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    DESKRIPSI TEORI
    1. 1.      Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

Perencanaan dalam pemasaran mencakup penentuan strategi yang akan dipakai agar produk dapat dijual ketangan konsumen. Hal ini berarti bahwa tugas manajemen pemasaran adalah bagaimana mengkomunikasikan keberadaan produk kepada pasar sehingga dalam pikiran konsumen muncul perhatian akan produk tersebut, merasa tertarik dan kemudian konsumen memutuskan untuk membelinya.

Philip Kotler (2009:189) mendefinisikan bauran pemasaran sebagai serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang dikendalikan perusahaan, dari pasar sasarannya, bauran pemasaran terdiri atas segala hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya, yang dikenal dengan “empat P”, yaitu product, price, lokasi, dan promosi”.

Pengertian Indriyo Gitosudarmo (1996:181) menuliskan definisi Marketing Mix menggunakan definisi Kotler dan Armstrong yaitu, Marketing Mix is the set of marketing tools that the firmuses to pursue its marketing objectives in the target market artinya bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk meyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju. Untuk menunjang keperluan tersebut, pengusaha dapat melakukan kebijakankebijakan yang terdiri atas: produk, price, place, dan promotion.

Berdasarkan definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, Marketing Mix merupakan variabel yang digunakan pedoman perusahaan untuk menggerakkan perusahaan mencapai tujuan memuaskan konsumen.


 

  1. 2.      Unsur-unsur Marketing Mix
    1. Product (Produk)

Menurut Kasmir (2004:51) Salah satu komponen strategi  pemasaran yang penting adalah produk. Dimana produk ini merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan untuk dibeli, untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.

Situmorang (2011:170) menyatakan bahwa “produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan ataupun kebutuhan”. Produk merupakan unsur terpenting dalam bauran pemasaran yang memiliki berbagai macam arti dan makna, namun secara umum produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dibeli digunakan dan dikonsumsi.

Menurtu Boyd. W (2000:26) Produk juga dapat didefinisikan apa saja yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan dalam hal penggunaan,konsumsi, atau akuisisi. Produk merupakan elemen kunci dari penawaran di pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pembeli.

Selanjutnya dalam hal perencanaan produk, maka perusahaan harus memikirkan produk pada 3 tingkat, yaitu:

  1. Produk Inti

Jenis ini merupakan jasa untuk memecahkan masalah atau manfaat inti yang dicari konsumen, ketika membeli suatu produk. Hal ini didasarkan pada pertanyaan: “apa yang sebenarnya dibeli oleh pembeli”.

  1. Produk Aktual

Bagian dari produk, yang meliputi tingkat mutu, sifat, rancangan, nama merek dan pengemasan serta sifat yang lain digunakan untuk memberikan manfaat produk inti.

  1. Produk Tambahan

Tambahan servis/pelayanan dan manfaat bagi konsumen yang diberikan disekitar produk inti dan produk aktual.

Untuk merencanakan penawaran atau produk, pemasaran perlu memahami tingkatan produk, yaitu sebagai berikut.

  1. Produk Utama/Inti (Core benefit), yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.
  2. Produk Generik (generic product), yaitu produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi).
  3. Produk Harapan (expected product), yaitu produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara layak diharapkan dan disepakati untuk dibeli.
  4. Produk Pelengkap (augmented product), yaitu berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk pesaing.
  5. Produk Potensial, yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa yang akan datang
  1. Price (Harga)

Harga merupakan salah satu bagian dari bauran pemasaran (marketing mix) yang penting dalam pemasaran produk. Menurut Tjiptono (1997:151) “agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, setiap perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat”.

Menurut Philip Kotler (2001:634) berpendapat bahwa, harga merupakan satusatunya unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, unsur lainnya menimbulkan biaya. Harga merupakan salah satu unsur bauran pemasaran paling fleksibel, harga mudah diubah dengan cepat, tidak seperti tampilan produk dan perjanjian distribusi.

Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, distribusi, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran). Di samping itu harga merupakan unsur marketing mix yang bersifat flexibel, artinya dapat diubah dengan cepat.

Menurut Stanton, William J (1886:84) Ada tiga indikator yang mencirikan harga yaitu:

  1. Keterjangkauan harga,
  2. Kesesuaian harga dengan kualitas produk, dan
  3. Kesesuaian harga dengan manfaat

Mengingat harga merupakan salah satu aspek terpenting dalam bauran pemasaran (marketing mix), maka hendaknya sebuah perusahaan menetapkan harga terhadap suatu produk yang akan dijual di pasaran sesuai dengan tingkat kemampuan konsumen dalam membeli produk yang dijual.

Sehubungan dengan adanya penetapan harga suatu produk yang dibuat oleh sebuah perusahaan, penetapan harga dimaksud untuk berbagai tujuan yang hendak dicapai. Menurut Kasmir (2004:198) secara umum, tujuan penentuan harga adalah sebagai berikut:

  1. Untuk  Bertahan Hidup

Dalam hal ini perusahaan menentukan harga semurah mungkin dengan maksud produk atau jasa yang ditawarkan laku dipasar.

  1. Untuk Memaksimalkan Laba

Tujuan dari penetapan harga ini adalah untuk mengharapkan penjualan meningkat sehingga laba dapat pula ditingkatkan. Penentuan harga biasanya dapat dilakukan dengan harga murah/tinggi.

  1. Untuk Memperbesar Market Share

Penentuan harga ini dengan harga yang murah sehingga diharapkan jumlah pelanggan meningkat dan diharapkan pula pelanggan pesaing beralih keproduk yang ditawarkan.

  1. Mutu Produk

Tujuan adalah untuk memberikan kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kwalitas yang tinggi dan biasanya harga jual ditentukan setinggi mungkin.

  1. Karena Pesaing

Dalam hal ini penentuan harga dengan melihat harga pesaing. Tujuannya adalah agar harga yang ditawarkan jangan melebihi harga jangan melebihi harga pesaing.

  1. Place (Tempat)

Place mengacu pada penyediaan produk pada suatu tempat bagi konsumen, untuk lebih mudah untuk mengaksesnya. Dalam bukunya Hurriyati (2005:55) menjelaskan untuk produk industri place diartikan sebagai saluaran distribusi, sedangkan untuk produksi jasa place diartikan sebagai tempat pelayanan jasa.

Place meliputi masalah pemasaran seperti, jenis saluran,  eksposur, transportasi, distribusi, dan lokasi. Penentuan lokasi untuk pemasaran juga mempengaruhi jumlah volume penjualan produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Sehingga, sebuahh perusahaan akan mencari lokasi yang strategis untuk digunakan sebagai lokasi produksi maupun lokasi distribusinya. Jika berdasarkan penelitian pasar, telah diketahui daerah-daerah potensial sebagai tempat produk yang dihasilkan perusahaan terpenting adalah menentukan daerah-daerah strategis tempat para perantara membantu menyalurkan barang hingga sampai ketangan konsumen.


 

  1. Promotion (Promosi)

Promosi merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh pemasar. Sebagai salah satu elemen bauran promosi, promosi penjualan merupakan unsur penting dalam kegiatan promosi produk.

Promosi menurut Swasta dan Irawan (2004:241) merupakan arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau suatu organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.

Menurut Tjiptono, F (1997:122) Tujuan dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk, serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasaran.

Menurut Tjiptono, F (1997:87) Bauran  promosi  pemasaran  menurut  Tjiptono  terdiri  dari  lima  macam yaitu:

  1. Personal Selling

Komunikasi  langsung  (tatap  muka)  antara  penjual  dan   calon  pelanggan untuk  memperkenalkan  suatu  produk  kapada calon  pelanggan  dan membentuk  pemahaman  pelanggan  terhadap produk  sehingga  mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.

  1. Mass Selling

Merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai.

Mass selling terdiri dari:

  1. Periklanan

Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang   didasari  pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu  produk, yang disusun sedemikian  rupa  sehingga  menimbulkan rasa menyenangkan  yang  akan mengubah pikiran orang untuk membeli.

  1. Publisitas

Publisitas  adalah  bentuk  penyajian  dan  penyebaran  ide   barang  dan  jasa secara non personal.

  1. Sales Promotion

Sales promotion adalah bentuk persuasi langsung melalui   penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian  produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.

  1. Publik Relation

Publik relation merupakan upaya komunikasi  menyeluruh

dari suatu organisasi untuk mempengaruhi  persepsi,  opini,

keyakinan dan sikap berbagai kelompok terhadap organisasi tersebut.

  1. Direct marketing

Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat   interaktif yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur atau transaksi di sembarang lokasi.

  1. People (Orang)

Hurriyati (2005) mengungkapkan bahwa orang (people) adalah semua pelaku yang memainkan peranan dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli. Elemen-elemen dari people adalah pegawai perusahaan, konsumen dan konsumen lain dalam lingkungan jasa. Semua sikap dan tindakan karyawan, bahkan cara berpakaian karyawan dan penampilan karyawan mempunyai pengaruh terhadap persepsi konsumen atau keberhasilan penyampaian jasa (service encounter). Hurriyati (2005) elemen dari people ini memiliki 2 aspek yaitu:

  1. Service People

Untuk organisasi jasa, service people biasanya memegang jabatan ganda, yaitu mengadakan jasa dan menjual jasa tersebut. Melalui pelayanan yang baik, cepat, ramah, teliti dan akurat dapat menciptakan kepuasan dan kesetiaan pelanggan terhadap perusahaan yang akhirnya akan meningkatkan nama baik perusahaan

  1. Customer

Faktor lain yang mempengaruhi adalah hubungan yang ada diantara para pelanggan. Pelanggan dapat memberikan persepsi kepada nasabah lain,tentang kualitas jasa yang pernah didapatnya dari perusahaan. Keberhasilan dari perusahaan jasa berkaitan erat dengan seleksi, pelatihan, motivasi dan manajemen dari sumber daya manusia.

  1. Physical Evidence (Sarana fisik)

Boom&Bitner dalam Kotler&Armstrong (1997) mengungkapkan bahwa physical evidence merupakan sarana fisik, lingkungan terjadinya penyampaian jasa, antara produsen dan konsumen berinteraksi dan setiap komponen lainnya yang memfasilitasi penampilan jasa yang ditawarkan. Pada sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan tentunya yang merupakan physical evidence ialah gedung/bangunan, dan segala sarana dan fasilitas yang terdapat didalamnya.

Lovelock dalam Tjiptono (2008) mengemukakan bahwa perusahaan melalui tenaga pemasarnya menggunakan tiga cara dalam mengelola bukti fisik yang strategis, yaitu sebagai berikut:

  1. 1.      An Attention-Creating Medium

Perusahaan jasa melakukan differensiansi dengan pesaing dan membuat sarana fisik semenarik mungkin untuk menjaring pelanggan dari target pasar.

  1. 2.      As a Message-Creating Medium

Menggunakan simbol atau isyarat untuk mengkomunikasikan secara insentif kepada audiens mengenai kekhususan kualitas dari produk jasa.

  1. 3.      An Effect-Creating Medium

Baju seragam yang berwarna, bercorak, suara dan desain untuk menciptakan sesuatu yang lain dari produk jasa yang ditawarkan.

  1. Process (Proses)

Alma (2003) menyatakan bahwa proses terjadi di luar pandangan konsumen. Konsumen tidak mengetahui bagaimana proses yang terjadi, yang penting jasa yang dia terima harus memuaskan. Proses terjadi berkat dukungan karyawan dan tim manajemen yang mengatur semua proses agar berjalan dengan lancar. Proses penyampaian jasa sangat signifikan dalam menunjang keberhasilan pemasaran jasa pendidikan dan juga memberikan kepuasan kepada peserta pelatihan.

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    KESIMPULAN

Dari pengertian-pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tugas manajemen pemasaran adalah mengkomunikasikan keberadaan produk kepada pasar sehingga dalam pikiran konsumen muncul perhatian akan produk tersebut, merasa tertarik dan kemudian konsumen memutuskan untuk membelinya. Dan di dalam marketing mix terdapat alat-alat pemasaran atau strategi pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meyakinkan konsumen agar membeli produk yang ditawarkan. Strategi tersebut terdapat dalam unsur-unsur marketing mix yaitu 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence, Process). Unsur-unsur tersebut digunakan untuk mengetahui situasi apa yang sedang dialami oleh perusahaan sebelum menentukan strategi apa yang yang cocok digunakan untuk menghadapi situasi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

 

Boyd. W, Manajemen Pemasaran (Suatu Pendekatan Strategis Dengan Orientasi Global), (Jakarta: Erlangga, 2000)

Hurriyati, Bauran Pemasaran & Loyalitas Konsumen, (Bandung: Alfabeta, 2005)

Indriyo Gitosudarmo, Pengantar Bisnis, Edisi II, (Yogyakarta: BPFE, 1996)

Kasmir, Manajemen Pemasaran Bank, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004) Cet Ke-5

Kasmir, Studi Kelayakan Bisnis, (Jakarta: Prenada Media Group, 2004) Cet. Ke-2

Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran,Terjemah: Benyamin Molan , Edisi 13, (Jakarta: PT. Indeks, 2009)

Philip Kotler, Manajemen Pemasaran di Indonesia, (Jakarta: Salemba Empat, 2001)

Situmorang, Metrik Pemasaran Sebagai Alat Untuk Mengukur Kinerja Pemasaran Perusahaan. (Universitas Katolik Parahyangan, 2011)

Stanton, Wiliam J. Prinsip Pemasaran. diterj:Yohannes Lamarto, (Jakarta: Erlangga, 1996)

Swasta dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Prenada Media Group, 2004)

Tjiptono, F. Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: Andi, 1997)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>